Senin, 17 Desember 2012

pendirian

pendirian
terkadang susah sekali untuk memantapkan pendirian pada diri sendiri.Orang lain bilang A, kita ngikut A, orang lain bilang B, kita ngikut B, padahal kita tidak tahu persis tentang A dan B ini, asal ngikut saja.
Bukan, ini bukan pengalaman orang lain,tapi pengalamanku sendiri.
Maka ketika aku benar-benar menyadarinya, aku mulai berusaha untuk memantapkan pendirian,berpegang teguh dengan apa yang diyakini,yang merupakan hal baik tentunya.
Mudah? Tentu saja tidak. Ragu?kadang iya. bagaimana jika aku berpegang teguh pada sebuah pendirian orang lain tak bisa menerimanya,bilang aku tak akan mampu menjaga pendirianku,bilang bahwa aku masih tak pantas dengan pendirian yang telah kubuat sendiri. Maka pada saat itu, tutuplah matamu sebentar,yakinkanlah dirimu bahwa pendirian yang kau buat memang baik dan laksanakan. peduli amat dengan kata orang lain, jadikan saja motivasi,buktikan bahwa pendirian yang dibuat memang benar dan kita mampu melaksanakannya.
simpel?tentu saja tidak. semua tak sesederhana teori. kuncinya adalah konsistensi. konsistensi melaksanakan pendirian yang telah dibuat.

Jumat, 23 November 2012

Buku dan Konflik Batin



            Ayahku selalu bilang padaku, “Banyaklah membaca buku, dengan begitu kamu akan memahami dunia.” Ibuku juga selalu bilang, “Lebih baik jadi seorang kutu buku kan nak, daripada harus keluyuran nggak jelas?”. Segala quotes tentang buku, tiba-tiba membuatku ingat pada film “Night at the Museum”, imajinasiku menari pada dunia “Books when you aren’t around”
Buku Dongeng         : “Aku buku yang paling asyik. Cukup baca aku, kemudian akan aku bawa pembacaku ke dunia yang indah.”
Buku Ensiklopedia   : “Tapi kamu cuma fiksi, sementara dunia ini butuh kenyataan. Akulah yang terbaik. Aku bisa membawa pembaca keliling dunia, walaupun raga mereka tetap di tempat yang sama, di tempat mereka membacaku.”
Buku Novel              : “Sayangnya, kenyataannya manusia juga butuh imajinasi. Dengan membacaku, mereka bisa menciptakan dunia mereka sendiri sesuai imajinasi mereka.”
Buku Pelajaran         : “Bukankah aku yang membantu manusia memahami mata pelajaran yang diajarkan di sekolah mereka? Jadi aku yang paling dibutuhkan.”
Buku Komik            : “Nyatanya aku yang paling menarik. Kombinasi gambar dan tulisan pada diriku seimbang. Ringan, menyenangkan. Aku bisa dibaca semua golongan usia.”
Mereka terus memperdebatkan siapa yang terbaik diantara mereka. Rak buku yang sedari tadi diam, kini berusaha melerai.
Rak Buku                 : “Berhentilah berdebat! Tidak ada satupun buku yang lebih baik dari buku yang lainnya. Karena semua dari kalian adalah yang terbaik, dengan segala kekurangan dan kelebihan masing-masing. Karena kalian adalah buku. Kalian yang membuat manusia bisa tahu dari apa yang sebelumnya tak diketahui, bisa lebih tahu dari sebelumnya yang sudah diketahui, bisa membuat mereka tertawa, sedih, marah, terharu. Kalian itu special. Kombinasi dari kalian akan menyeimbangkan otak kiri dan kanan manusia, untuk seluruh pengetahuan dan imajinasi yang kalian berikan, untuk seluruh penggunaan logika dan emosional saat membaca kalian. Sekali lagi, karena kalian adalah buku, Sang Jendela Dunia.”
Buku-buku yang semula berdebat, kini saling melirik, tersenyum, dan kembali berdebat untuk berebut meminta maaf. Rak buku hanya pasrah, capek mendengar perdebatan mereka. Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki manusia mendekat.
Rak Buku                 : “ Ssssstt...! Diam! Ada manusia datang.”
Hening. Kemudian muncul sesosok manusia menuju rak buku tersebut. Sibuk memilih buku mana yang hendak ia baca. Tapi tahukah kalian? Buku-buku itu tersenyum, rak buku juga ikut tersenyum.

Rabu, 21 November 2012

jatuh cinta

Hei..apa itu jatuh cinta? Bagaimana rasanya?
Bukannya jatuh cinta itu menyenangkan.
Yap. Jatuh cinta itu menyenangkan, membuatmu merasa seperti ada kepek-kepak sayap kupu-kupu di perutmu. Mampu membuatmu tersenyum setiap saat. Lalu kenapa?
Bukannya dengan jatuh cinta itu, kita memperlakukan sesuatu dengan sepenuh hati. Iya kan?
Lalu?
Jatuh cintalah setiap hari..
pada awan
pada langit
pada bunga
pada kotamu
pada orang di sekelilingmu
pada pekerjaannmu
da pada pada yang lain- lainnya :)
dengan begitu hidup ini akan sangat indah. mengerjakan apapun dengan senang. Bagaimana tidak senang, jika kau selalu melihat sesuatu yang kau sendiri sudah jatuh cinta padanya.
 Ketika kita merasa sebal, marah, kesulitan..maka lihatlah sisi lain dari hal itu dan jatuh cintalah..
Dan bim salabim...senyum manis akan selalu terukir di bibirmu ketika kau mengerjaan apapun. :)

Selasa, 13 November 2012

gigih

seseorang biasanya akan memilih sesuatu yang cepat didapat tanpa mau melewati proses yang panjang yang kadang jalannya berliku.
tapi...
Bukannya sesuatu yang instan didapat juga kan instan terlepas?
Semua butuh proses..
Semua butuh proses..
Untuk menyajikan segelas teh hangat di meja, bukannya kau perlu merebus air, menyiapkan teh, gula, gelas, sendok. Untuk membuatnya kau perlu mencampurnya kemudian mengaduk gula. maka jadilah segelas teh hangat. eiittt...bukan itu saja! Saat kau ingin meminumnya bukannya kau juga harus menunggu sebentar agar suhu teh turun, bisa lecet lidahnya kalau langsung meminumnya. itu proses bukan?
Sesuatu benda yang didapat dengan penuh perjuangan akan terasa sangat indah. jauh amat sangat lebih indah dibanding barang yang didapat dengan cara yang instan. Bayangkan, ketika kita memulai usaha, usaha yang kita buat gagal berkali-kali, bangkit lagi, gagal lagi, bangkit lagi, gagal lagi, sampai-sampai ada yang bilang "menyerah saja, kau tak akan mampu mencapainya.". saat itu kita akan frustasi antara bosan gagal, atau terus maju. pada saat itu orang yang gigih akan terus maju, mencoba mencoba dan mencoba, tak peduli hasilnya masih gagal atau tidak. dan pada suatu hari dia akan menemukan suatu cara yang amat dahsyat untuk menyukseskan usahanya, cara yang didapat dari kegagalannya, dia mengamati, mempelajari dan akhirnya ditemukannyalah cara itu. sedikit demi sedikit dia bangkit lagi, memutar otak mengembangkan usahanya..dan DUAR...senyum manis itu menghiasi bibirnya. litulah yang disebut..manisnya perjuangan.
jika kita mendapat sesuatu yang secara instan, atau dengan cara instan, sesuatu itu akan mudah terlepas, karena sesungguhnya dirimu tak benar-benar mendapatkannya. :)

Senin, 12 November 2012

buku buku buku

Ah, ajaib sekali benda satu ini. Seperti jendela yang terbentang luas, memperlihatkan apa saja yang ingin kau ketahui.  Mampu mengobrak abrik hatimu, mulai dari tertawa hebat, nangis sesenggukan, penasaran setengah mati, serta tersenyum manis...

Apa itu?
Benda apa itu?

Kau tahu, dia mampu mengantarmu ke mana saja? Sebut saja kau ingin ke mana. Amerika, Korea, Arab, Jepang, terserah keinginanmu. Maka dalam sekejap dia akan mengantarmu ke sana.

Apa itu?
Benda apa itu?

Kau tahu, dia mampu memperlihatkanmu benda-benda yang belum pernah kau lihat, bahkan yang adanya sekian puluh tahun yang lalu, saat kau belum terlahir. Dalam sekejap kau akan melihatnya.

Apa itu?
Benda apa itu?

Kau tahu, dia mampu mengenalkanmu ke berbagai orang yang ingin kau kenal? Sebut saja siapa dia? Orang terkenal, orang biasa, orang yang hidupnya berabad lalu. Sebut saja. Dalam sekejap dia akan mengenalkanmu padanya.

Apa itu?
Benda apa itu?
Ah, keren sekali dia. Maukah kau mengenalkanku padanya?

Lihat saja di sekelilingmu. Dia ada di mana-mana. Dia akan mengajarimu banyak hal. Dialah....buku.






Sabtu, 10 November 2012

hujan

Aku selalu menyukai hujan
Di mana rintik airnya selalu menerpa wajahku
Lembut
Aku selalu menyukai hujan
 Di mana tak ada yang bisa melihat air mataku
Pun hanya senyum yang terlihat
Aku selalu menyukai hujan
Karena kau yang mengajariku

Selasa, 30 Oktober 2012

Pemahaman

Setiap ada pertemuan maka akan ada perpisahan.
Bertemu-berpisah.
Simpel sekali memang, tapi tidak dengan isinya. Pertemuan yang dijalani kadang belum tentu menyenangkan. Bisa pahit, asin juga bisa..he. Tapi begitulah semakin mendalam pertemuan itu menjadi semakin berarti. Adanya proses membuat kita lebih mengerti, lebih memahami dan akhirnya kita menerima. Dan pada suatu ketika, saat kita sedang benar-benar menikmati kebersamaan, perpisahan itu harus terjadi tanpa bisa dicegah.
Meninggalkan-ditinggalkan.
Lebih sakit mana? Meninggalkan atau ditinggalkan. Seseorang yang meninggalkan akan menemui suasana baru, teman-teman baru, adaptasi baru, lingkungan baru yang sering kali mungkin membuat mereka cepat atau lambat akan merasa nyaman. Sedang yang ditinggalkan. Kau tau apa yang akan terjadi? Dia akan merasa kesepian, terjebak diantara episode kebersamaan, membayangkan andaikan entah episode yang mana terulang kembali, mengenang betapa indahnya kebersamaan itu. Lalu lebih sakit mana?
Tidak keduanya. Karena sakit itu hanya akan tertanam pada awalnya saja, benar-benar awal. Dengan pemahaman baru, pemikiran baru, hidup ini akan tersa indah apapun yang ada di lingkungan kita, siapapun yang ada di lingkungan kita. Karena Tuhan telah memilihkan itu untuk kita.
Lets move on. Do what you like or like what you do. :)

Rabu, 30 Mei 2012

Kitaku Ada Karena Adamu

Kitaku ada karena adamu.

hmmmm....membingungkan? Tentu saja tidak. Kita ada karena kau juga ada. Tak ada kata kita yang terbentuk dari satu benda saja bukan?

Kita...

Lalu ada apa dengan kita?

Dengan menggunakan kata kita berarti ada saling pengertian satu sama lain, ada saling menghormati, menghargai, dan memahami. Kau tak bisa memaksakan kehendakmu sendiri ketika kau menggunakan kata kita.

Ya. Sesimpel itu. Hanya sesimpel itu. Tapi, entahlah bagaimana menjalankannya. Apakah kau akan membohongi kata kita atau.....:)