Apakah
balasan kebaikan selain kebaikan?
Ingat
betul bagaimana nasehat mamak ketika saya bilang bahwa saya akan pindah ke
tempat yang baru. Baiklah pada orang, nanti orang baik juga akan menghampirimu.
Sekalipun ada orang yang tak cukup baik menurutmu, tetaplah baik padanya.
Pesan
yang terakhir adalah yang sulit. Itu menurut saya. Susah sekali untuk baik terhadap
orang yang menurut saya menjengkelkan.
Tapi
jika kau sudah baik, yakinlah bahwa orang-orang baik akan menghampirimu.
Karena, apalagi yang akan membalas sebuah kebaikan kecuali kebaikan.
Suatu
kali, saat saya sedang PKL pada masa kuliah dulu, ketika lelah hingga saat
berkeliling kampung, ada seorang ibu yang terus membohongi saya bahwa anaknya
tidak lagi tinggal di rumah, saya butuh untuk bertemu dengan anaknya dan
menanyai beberapa hal terkait penelitian yang menjadi tugas saat PKL.
Si
tetangga ibu, rumahnya berdempatan, masih terhitung saudara, baik sekali sama
saya. Dia menawari saya istirahat ketika saya bolak balik ke sana dan masih
belum bisa menemui anak si ibu yang berbohong pada saya. Ibu ini sebenarnya
berbohong karena takut bahwa saya adalah seorang penagih hutang, mengingat
anaknya yang sering berhutang.
Lepas
dari itu, si tetangga ibu itu pernah bercerita pada saya “Saya hanya ingin
memudahkan adek, mengingat mungkin anak saya yang sedang kuliah juga mungkin suatu
kali akan seperti adek, semoga orang-orang juga memudahkannya.”
Mungkin
Mamak juga akan berlaku demikian. Juga mamak-mamak diluar sana. Karena seorang
ibu tak bisa mendampingi anaknya seumur hidup, itulah salah satu cara bagaimana
mereka mendatangkan orang-orang baik pada hidup anaknya secara ta langsung.
Jadi
apalagi balasan sebuah kebaikan kecuali kebaikan. Entah kebaikan mana yang
Mamak lakukan, yang saudara saya lakukan, yang teman-teman saya lakukan, hingga
banyak orang yang menolong saya ketika saya sedang butuh bantuan. Orang-orang
baik yang datang pada saya, hal-hal baik yang terjadi pada hidup saya, entah berasal
dari kebaikan mana, karena tak mungkin semuanya berasal dari saya.
Jadi,
berbuat baik sajalah.