Rabu, 26 September 2018

Membaca: Dari Karakter Hingga Budaya (Kalteng Pos, Selasa, 11 September 2018)


Kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kecerdasan dan pengetahuannya. Kecerdasan dan pengetahuan sendiri dihasilkan dari berapa banyak informasi yang diterima baik secara lisan maupun tulisan. Apabila suatu daerah memiliki penduduk yang semakin semangat dalam mencari ilmu pengetahuan, maka akan semakin tinggi pula peradabannya.
Secara sederhana, literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan baca-tulis menjadi hal penting karena secara umum hal tersebut menjadi dasar cara  seseorang menyerap pengetahuan. Kegiatan membaca merupakan proses awal memasuki dunia pengetahuan yang begitu luas menuju masyarakat maju.
Hari Aksara Internasional (HAI) yang ditetapkan untuk diperingati pada tanggal 8 September melalui Konferensi UNESCO, Kemendikbud menetapkan tema nasional, yakni “Mengembangakan Literasi yang Berbudaya”. Peringatan HAI bisa menjadi kesempatan pemerintah dan masyarakat untuk menyoroti peningkatan tingkat melek huruf di dunia dan merenungkan tantangan keaksaraan.
Di Indonesia, tingkat kemampuan baca-tulis dapat dilihat dari Angka Melek Huruf (literacy rate). Kata “melek huruf” dapat diartikan sebagai kemampuan untuk dapat membaca dan menulis huruf latin/lainnya pada tingkat yang baik untuk berkomunikasi dengan orang lain atau dapat menyampaikan idenya dalam masyarakat yang mampu baca tulis.
Angka Melek Huruf
Angka Melek Huruf (AMH) merupakan proporsi penduduk berusia 15 tahun ke atas yang memiliki kemampuan membaca dan menulis kalimat sederhana dalam huruf latin, huruf arab, dan huruf lainnya (seperti huruf jawa, kanji, dan lain-lain) terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas. AMH dapat digunakan untuk melihat sejauh mana penduduk suatu daerah terbuka terhadap pengetahuan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2017 Angka Melek Huruf di Indonesia adalah 95,92 persen yang artinya sekitar 95,92 persen penduduk di Indonesia yang berumur 15 tahun ke atas dapat membaca dan menulis huruf latin atau huruf lainnya.
Tingkat melek huruf yang tinggi dapat menunjukkan adanya sebuah sistem pendidikan dasar yang efektif dan atau program keaksaraan yang memungkinkan sebagian besar penduduk untuk memperoleh kemampuan menggunakan kata-kata tertulis dalam kehidupan sehari-hari dan melanjutkan pembelajaran.
Pada tahun 2017, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, masih terdapat 12 provinsi yang memiliki persentase penduduk buta huruf usia 15 tahun ke atas di atas angka nasional yaitu Jawa Tengah (6,61 persen), DI Yogyakarta (5,36 persen), Jawa Timur (8,18 persen), Bali (7,10 persen), NTB (12,86 persen), NTT (8,32 persen), Kalimantan Barat (7,52 persen), Kalimantan Utara (4,86 persen), Sulawesi Selatan (8,35 persen), Sulawesi Tenggara (5,68 persen), Sulawesi Barat (7,21 persen), dan Papua (26,11 persen).
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah merumuskan upaya penuntasan buta aksara dengan memprioritaskan pada daerah-daerah “merah”, komunitas adat terpencil/khusus, daerahtertinggal, terdepan, dan terluar, meningkatkan kapasitas dan kompetensi tutor pendidikan dan keaksaraan, mendiversifikasikan layanan program, serta memangkas birokrasi layanan program melalui aplikasi daring.
Manfaat Membaca
Kebiasaan membaca tentu tak bisa muncul begitu saja. Tak akan ada manusia yang langsung memiliki kebiasaan membaca sejak lahir. Menumbuhkan generasi yang memiliki karakter gemar membaca membutuhkan waktu yang panjang. Selain itu juga dibutuhkan sarana yang kondusif. Hal ini bisa dimulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga, didukung lingkungan sekolah, lingkungan pergaulan, hingga lingkungan pekerjaan.
Membaca membuka jendela dunia. Ungkapan ini sudah sering kita dengar, tapi tidak semua orang bisa menerapkan makna sebenarnya dari ungkapan tersebut. Mindset membaca sama dengan belajar, yang digunakan untuk menghasilkan nilai-nilai akademik masih kental di masyarakat. Padahal, makna membaca lebih dalam dibanding itu. Membaca bisa dilakukan oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Membaca tidak melulu soal mempelajari apa yang perlu didapatkan di bangku sekolah. Membaca bisa menjadi sarana hiburan atau bisa jadi cara untuk menyelesaikan masalah hidup bagi sebagian orang.
Membaca buku akan memberikan banyak manfaat. Diantaranya sebagai hiburan, penghilang stress, membantu meningkatkan kecerdasan otak dan emosional, daya imajinasi, serta keterampilan berbahasa. Sains membuktikan membaca meningkatkan aktivitas otak dan kemampuan analisis yang mencerminkan bagaimana seseorang berperilaku dan mengelola emosinya. 
Membaca juga dapat meningkatkan rasa empati. Seseorang yang punya hobi membaca cenderung memiliki pembawaan yang tidak gegabah. Ia akan mencoba menganalisis masalah yang ada di sekitarnya dan mencoba melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang. Kecerdasan literasi dibutuhkan untuk memilah antara informasi yang mencerahkan dan yang sekedar sampah. Hal ini sangat penting di tengah era “viralkan” berita yang sering berlalu lalang di media sosial, yang kebenaran isinya belum tentu benar. Orang yang hobi membaca cenderung mencari tahu lebih banyak. Secara naluri, mereka akan menganalisis berita tersebut dan membandingkannya dengan informasi-informasi lain, sehingga ia akan menjadi lebih bijak dalam bersikap.
Sarana Membaca
Di Indonesia, terdapat sekitar 25.728 perpustakaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mendapatkan bahan bacaan. Yang paling banyak adaah perpustakaan sekolah yang berjumlah 22.375, perpustakaan umum 1.506, perpustakaan khusus 1.002. dan perpustakaan perguruan tinggi 845. Sementara itu, untuk perpustakaan daerah, Jawa Barat memiliki perpustakaan terbanyak yaitu 4.780 dan paling sedikit di Papua Barat yakni 3 perpustakaan. (Perpusnas, 2017).
Di sini, peran pemerintah daerah dibutuhkan dalam memperbaharui buku-buku baru sehingga koleksi perpustakaan menjadi lebih banyak. Menciptakan sarana yang nyaman juga perlu sehingga perpustakaan bisa dijadikan salah satu alternatif untuk menghabiskan waktu di akhir pekan.
Di tengah era globalisasi seperti sekarang ini, gawai juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana untuk membaca. Banyak aplikasi berupa perpustakaan online seperti iPusnas, iJak, dan sebagainya. Orang-orang tidak perlu lagi membawa buku tebal yang mungkin akan merepotkan. Walaupun bagi sebagian besar orang, membaca buku dalam bentuk cetak akan membawa kenikmatan tersendiri.
Kemampuan literasi yang baik akan melahirkan individu yang hebat. Dapat memberdayakan  dan meningkatkan kualitas individu, keluarga, masyarakat, bangsa, serta umat manusia. Dengan membaca akan bertambah ilmu pengetahuan, sikap, dan keterampilan seseorang. Pada gilirannya, kegemaran membaca akan terbentuk menjadi budaya yang berperan penting dalam menciptakan bangsa yang berkualitas.
Membaca itu penting bagi pikiran sebagaimana berolahraga juga penting bagi tubuh. –Sir Ricard Steele-


Minggu, 09 September 2018

Semasa


Dan jika kalian adalah calon jodoh yang baik, kalian tahu:
Hidup ini tak sedangkal mencari jodoh
It’s just a phase
Ada tujuan yang lebih utama
You’ve gotta find it first
-Alvi Syahrin-

Dulu sekali, semasa saya masih duduk di bangku sekolah entah kelas berapa, saya pernah membaca buku tentang jatuh cinta, dan betapa beruntungnya orang-orang yang jatuh cinta setiap hari. Pada bunga, pada matahari pagi, pada awan yang berarak, pada senyum, pada tangis, dan lainnya. Yang pada akhirnya mengantarkan kita untuk jatuh cinta pada Sang Pencipta semua, Allah SWT. Betapa Dia memberi karunia yang amat sangat tanpa kita minta. Betapa ia telah mengirimkan orang-orang yang sayang pada kita, harta yang cukup, dan sebuah rasa syukur. Saya rasa, ketika kau mencintai Allah, ketika kau percaya padaNya, kau memiliki apa yang kaubutuhkan.

Alhamdulillah.

Karena aku mencintai yang sewaktu-waktu pergi,
Yang sewaktu-waktu diambil,
Yang sewaktu-waktu mati.
Dan aku menjadi belajar tentang melepaskan.
Bahwa sebenarnya aku tidak pernah memiliki apa-apa.
-Kurniawan Gunadi-

Tersebab, kita tak pernah memiliki apa-apa. Juga diri ini. Sewaktu-waktu akan kembali pada Sang Pemilik. Maka, kita harus selalu bersiap.

Untukmu, semoga semakin bermanfaat.