Sebenarnya
kemana saya akan melangkah? Apa tujuan saya? Sering sekali pemikiran itu mampir
di kepala, dan sialnya saya belum menemukan jawaban.
Langkah.
Apa sih pentingnya langkah? Orang sering bilang bahwa langkah pertama itu
penting. Tapi menurut saya ada yang lebih penting, yaitu meneruskan langkah
pertama sampai langkah terakhir. Awal dan akhir. Dengan begitu kita bisa
melihat hasil. Bagus atau tidaknya, yang penting kita bisa menikmati proses.
Lalu,
sampai manakah sebenarnya saya melangkah? Dalam mimpi saya, dimana posisi saya
sekarang? Saya pun tak tahu. Sejujurnya saya butuh seorang teman, dengan
passion yang sama. Tapi kadang saya terlalu malu, saya bukan apa-apa dibanding
mereka. Mereka yang konsisten berkarya, mengejar mimpi, berusaha. Dan yang
mampir dalam kepala saya hanya andai saya tak sejauh ini, bisakah saya lebih
dekat dengan rumah? Pemikiran yang sangat saya hindari. Ternyata saya sering
cemburu pada orang-orang yang bisa melakukan sesuatu yang diinginkan, yang
dengan satu tas ransel saja bisa menjejak ke semua tempat. Mungkin sebenarnya
saya juga bisa seperti mereka. Mungkin saya hanya butuh tak banyak berpikir.
Ah, saya rasa, saya butuh patner untuk mengikuti ide gila saya yang sering
mencuat, patner yang akan mengingatkan jika saya mulai banyak berpikir.
Sebenarnya
saya sudah banyak melangkah jika hanya masalah jarak. Bahkan, kadang terbersit
dalam kepala saya, apakah sebenarnya saya sudah melangkah terlalu jauh? Saya
lahir dan tumbuh di Purworejo, sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Masa kecil saya
habiskan dengan banyak bermain. Permainan yang sekarang jarang saya temui,
terebut oleh teknologi yang kian melejit. Bermain masak-masakan dengan
tempurung kelapa dan alat masak mainan seadanya, petak umpet, engklek, kasti,
memberi kejutan saat ada yang ulang tahun, bermain hujan. Pagi berantem dengan
teman tak menjadi masalah karena sorenya masalah pagi sudah lenyap, seperti tak
ada apa-apa. Ini yang paling saya rindukan. Karena ternyata menjadi “dewasa”
saat ada perasaan dongkol susah sekali lenyap. Bikin lelah hati. Beranjak
semakin besar, langkah yang saya jangkau lebih jauh. Jika saat SD masih berada
di satu desa, SMP di lain kecamatan, SMA di ibu kota kabupaten (yang jaraknya
lumayan dari rumah) dan melanjutkan kuliah di Jakarta. Bahkan sekarang saya
bekerja di Kalimantan. Tapi ternyata saya belum berhenti, saya berharap bisa
melanjutkan study saya nanti di luar negeri. Menjejak benua biru, atau negeri
sakura. Jika bukan saya, mungkin saya bisa menemani patner saya.
Kenapa
tulisan ini merambah kemana-mana? Memang saya sedang galau. Galau karena
terlalu lama terkena kebosanan. Dan ini masalah saya, saya benci sekali bosan tapi sering kali saya malas mengusahakan sesuatu. Jika ditanya, sampai di mana langkah saya?
Mungkin jawaban saya.
“Saya
di sini, sedang beristirahat.”
