Kamis, 01 Juni 2017

Saya suka gitu

Pernah dengar kalimat ini, “saya suka begitu”.  Suka di sini bukan berarti menyukai, tapi lebih karena sebuah kebiasaan. Misal ni, kita punya sifat suka keras kepala, terus kita bilang ke orang lain yang kita keras kepala-in, “sorry, saya suka begitu”. Nah ini nih, yang menurut saya kadang salah. Kita tahu sifat dalam diri kita jelek, tapi kita membela diri dengan kata-kata itu. Seolah olah orang lain harus selalu maklum dan paham pada sifat kita. Kalau lagi khilaf, jika ad orang yang berbuat seperti itu pada saya mungkin akan saya balas dengan sifat keras kepala juga. Endingnya, tinggal bilang aja, “sorry, saya suka gitu orangnya”.
Maka, mengenali sifat diri sendiri itu penting. Tak usahlah mempertahankan sifat sifat yang buruk. Susah memang. Sangat susah malah. Saya rasa, saya sendiri sekarang tingkat cuek pada orang yang sifatnya tidak saya sukai atau sering menyakiti hati cenderung tinggi. Dengan cuek, saya pikir apapun yang dilakukannya tak akan membuat saya resah. Maafkan sifat saya yang satu ini. Padahal jika boleh jujur, saya sendiri tetap resah dengan bersikap seperti itu. Tapi…. Tuh kan, belum-belum sudah pembelaan lagi.
Padahal kan kalau mengutip lagunya Tulus, ada tuh yang “jangan cintai aku, apa adanya, jangaaann, tuntutlah sesuatu, biar kita maju ke depan..”
Iya, kalau kita sayang pada orang kan pasti pengennya baik orang itu maupun kita bisa menjadi lebih baik. Faktor lingkungan memang punya peran yang penting dalam membentuk karakter. Misal nih, kitanya sudah baik, tapi teman teman kita kurang, itu jadi  beban tersendiri. Karena kita tak berada dalam satu anak tangga yang sama. Membantu mereka sampai pada anak tangga yang kita pijak  juga bukan hal yang mudah jika mereka alas untuk beranjak. Mungkin pada saat itu kita harus pergi dari mereka, jika memang kita sudah tak sanggup. Tapi jika kita punya teman yang mengajak untuk memperbaiki sifat kita, pegang mereka erat erat. Menjadi diri sendiri itu penting, tapi menjadi diri sendiri dengan “sifat yang lebih baik” itu lebih penting.