Orang-orang sering menampilkan
syarat “berpengalaman” dalam panitia acara yang akan dibuat atau pekerjaan yang
ia tawarkan. Ya, bekerja dengan orang yang berpengalaman tentunya akan lebih
mengenakan karena orang tersebut mungkin tak butuh banyak arahan.
Lantas, bagaimana jika semua orang bersikap seperti
itu? Orang-orang baru tak akan pernah mendapatkaan kesempatan mereka karena taka
da yang memberikan kesempatan pertama pada mereka.
Aku pernah bersama seorang kawan
mengobrolkan hal ini. Tentang sebuah kesempatan pertama. Kami terpental jauh ketika mendaftar sebuah
acara karena syarat “berpengalaman”. Jadi bagaimana kami akan berpengalaman
jika taka da yang mau memberikan kesempatan pertama.
Mengikuti acara yang semua orang
bisa diterima menjadi pilihan. Sebenarnya kalau bisa, kesempatan pertama itu
ingin kami datangkan sendiri. Ya, ketika lingkunganmu tak memberikan kesempatan
untukmu, buatlah kesempatan itu sendiri. Tapi apa daya, kemampuan kami belum
cukup untuk itu.
Esok atau lusa, kelak, ketika kami
bisa membuka kesempatan-kesempatan pertama bagi orang lain, kami akan
memberikannya. Memberikan kesempatan pertama untuk menunjukkan kemampuan
mereka, memberikan kesempatan untuk belajar, kesempatan pertama yang semoga
akan membuka kesempatan-kesempatan selanjutnya.