Minggu, 28 Februari 2016

Kesempatan Pertama

Orang-orang sering menampilkan syarat “berpengalaman” dalam panitia acara yang akan dibuat atau pekerjaan yang ia tawarkan. Ya, bekerja dengan orang yang berpengalaman tentunya akan lebih mengenakan karena orang tersebut mungkin tak butuh banyak arahan.

Lantas,  bagaimana jika semua orang bersikap seperti itu? Orang-orang baru tak akan pernah mendapatkaan kesempatan mereka karena taka da yang memberikan kesempatan pertama pada mereka.

Aku pernah bersama seorang kawan mengobrolkan hal ini. Tentang sebuah kesempatan pertama.  Kami terpental jauh ketika mendaftar sebuah acara karena syarat “berpengalaman”. Jadi bagaimana kami akan berpengalaman jika taka da yang mau memberikan kesempatan pertama.

Mengikuti acara yang semua orang bisa diterima menjadi pilihan. Sebenarnya kalau bisa, kesempatan pertama itu ingin kami datangkan sendiri. Ya, ketika lingkunganmu tak memberikan kesempatan untukmu, buatlah kesempatan itu sendiri. Tapi apa daya, kemampuan kami belum cukup untuk itu.


Esok atau lusa, kelak, ketika kami bisa membuka kesempatan-kesempatan pertama bagi orang lain, kami akan memberikannya. Memberikan kesempatan pertama untuk menunjukkan kemampuan mereka, memberikan kesempatan untuk belajar, kesempatan pertama yang semoga akan membuka kesempatan-kesempatan selanjutnya.

Jumat, 26 Februari 2016

Pelangi tak pernah datang sendirian

aku suka paduan warnanya, katamu
berbisik di antara desauan angin dingin yang menyeringai
benarkah? Kau suka paduan warnanya?
hanya itu?
Lalu bagaimana, jika kukatakan padamu bahwa
Pelangi tak pernah datang sendirian
Awan hitam selalu mengiringinya
Masihkah kau menyukainya