Minggu, 29 Mei 2016

#Bahagia Di Rumah


Apa yang akan kau rindukan saat kau sedang merantau jauh? Rumah.
Hanya rumah kah?
Tidak. Rumah dan segala yang ada di dalamnya.

Ya, yang kurindukan adalah rumah dan segala yang ada di dalamnya. Orang-orangnya, suasanya, dan kenangannya.

Biar kuperkenalkan diriku. Aku adalah seorang anak yang merantau jauh dari rumah. Orang tuaku tinggal di salah satu kabupaten di Jawa Tengah, sedangkan aku tinggal di Borneo demi tuntutan pekerjaan. Berada jauh dari rumah sendiri menyadarkanku banyak hal. Merantau mengajarkanku akan rasa rindu dan bahagianya pulang.

Rumah menjadi saksi perjalanan hidupku. Dari aku lahir sampai pergi merantau dan pulang sesekali. Pohon jambu air yang ada di samping rumah yang kata ibu usianya jauh lebih tua dariku, pohon mangga di depan rumah yang harus ditebang saat kakakku menikah demi tenda panggung pelaminan (cukup membuatku sedih waku itu karena pohon mangga itu buahnya sangat wow) dan segala hal yang ada di rumah.

Dan ketika aku pulang, selalu ada yang berbeda. Rumah seperti mendahuluiku dalam menjalani waktu. Bagiku, kenangan terakhirku dengannya terhenti saat aku kembali merantau setelah melewatkan beberapa waktu di rumah. Tapi, rumah menjalani waktunya dengan runtut. Dia tidak mengkhianatiku. Hanya, memberikan kejutan-kejutan yang sering membuatku senang saat berjumpa lagi dengannya.

Berada di rumah adalah hal yang membahagiakan. Aku bisa lebih menjadi diri sendiri. Terkadang, aku bisa menjadi seperti seorang anak kecil yang manja terhadap ibunya atau menjadi seorang adik yang kemana-mana bareng kakaknya. Hal yang tak bisa kulakukan saat aku jauh dari rumah.

Rumah dan nasi kuning. Kombinasi yang sangat menyenangkan saat harus melewatkan hari lahir. Ibuku tak pernah alpa membuatkan nasi kuning untuk anak-anaknya yang berulang tahun. Pun ketika kami anak-anaknya tak sedang berada di rumah. Pertambahan usia yang selalu didoakannya agar menjadi lebih berkah. Oh ya, semoga bertambahnya usiamu juga semakin berkah ya NOVAVERSARY.

Ada satu hal yang ingin kuberitahu. Pergi ke tempat baru bukan berarti aku kehilangan sosok rumah. Rumah, bagiku, bukan hanya rumah tempat orang tuaku tinggal. Rumah bisa lebih dari itu. Tentu, rumah masa “kecil” kita itu adalah yang terbaik. Seiring aku berjalan jauh darinya, aku menemukan rumah-rumah yang lain.

Menemukan rumah di tempat baru tak selamanya mudah. Jika harus jujur, hampir berbulan-bulan aku membujuk hatiku untuk merasa nyaman. Orang-orang baru, bahasa baru, lingkungan baru, dan kebudayaan baru, membuatku merasa asing. Jika bisa, aku ingin sekali kembali ke rumah masa “kecilku”.

Tapi, hidup ternyata tentang pilihan. Dan aku telah memilih. Pelan-pelan, aku mulai bisa menerima apa yang ada di sekelilingku. Hidup harus dijalani sepenuh hati bukan?

Dan aku menemukannya. Rumah yang didalamya aku bertemu orang-orang hebat (teman, sahabat) dan aku merasa nyaman. Ya, bersama dengan orang-orang terbaik dalam hidup membuat kita selalu berada di rumah. Well, aku bahagia berada di rumah. Temukan rumahmu yang lain dan berbahagialah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar