Apa yang akan kau rindukan
saat kau sedang merantau jauh? Rumah.
Hanya rumah kah?
Tidak. Rumah dan segala yang
ada di dalamnya.
Ya, yang kurindukan adalah
rumah dan segala yang ada di dalamnya. Orang-orangnya, suasanya, dan
kenangannya.
Biar kuperkenalkan diriku. Aku
adalah seorang anak yang merantau jauh dari rumah. Orang tuaku tinggal di salah
satu kabupaten di Jawa Tengah, sedangkan aku tinggal di Borneo demi tuntutan
pekerjaan. Berada jauh dari rumah sendiri menyadarkanku banyak hal. Merantau
mengajarkanku akan rasa rindu dan bahagianya pulang.
Rumah menjadi saksi perjalanan
hidupku. Dari aku lahir sampai pergi merantau dan pulang sesekali. Pohon jambu
air yang ada di samping rumah yang kata ibu usianya jauh lebih tua dariku, pohon
mangga di depan rumah yang harus ditebang saat kakakku menikah demi tenda
panggung pelaminan (cukup membuatku sedih waku itu karena pohon mangga itu
buahnya sangat wow) dan segala hal yang ada di rumah.
Dan ketika aku pulang, selalu
ada yang berbeda. Rumah seperti mendahuluiku dalam menjalani waktu. Bagiku,
kenangan terakhirku dengannya terhenti saat aku kembali merantau setelah
melewatkan beberapa waktu di rumah. Tapi, rumah menjalani waktunya dengan runtut.
Dia tidak mengkhianatiku. Hanya, memberikan kejutan-kejutan yang sering
membuatku senang saat berjumpa lagi dengannya.
Berada di rumah adalah hal
yang membahagiakan. Aku bisa lebih menjadi diri sendiri. Terkadang, aku bisa
menjadi seperti seorang anak kecil yang manja terhadap ibunya atau menjadi seorang
adik yang kemana-mana bareng kakaknya. Hal yang tak bisa kulakukan saat aku
jauh dari rumah.
Rumah dan nasi kuning.
Kombinasi yang sangat menyenangkan saat harus melewatkan hari lahir. Ibuku tak
pernah alpa membuatkan nasi kuning untuk anak-anaknya yang berulang tahun. Pun
ketika kami anak-anaknya tak sedang berada di rumah. Pertambahan usia yang
selalu didoakannya agar menjadi lebih berkah. Oh ya, semoga bertambahnya usiamu
juga semakin berkah ya NOVAVERSARY.
Ada satu hal yang ingin
kuberitahu. Pergi ke tempat baru bukan berarti aku kehilangan sosok rumah. Rumah,
bagiku, bukan hanya rumah tempat orang tuaku tinggal. Rumah bisa lebih dari
itu. Tentu, rumah masa “kecil” kita itu adalah yang terbaik. Seiring aku
berjalan jauh darinya, aku menemukan rumah-rumah yang lain.
Menemukan rumah di tempat baru
tak selamanya mudah. Jika harus jujur, hampir berbulan-bulan aku membujuk
hatiku untuk merasa nyaman. Orang-orang baru, bahasa baru, lingkungan baru, dan
kebudayaan baru, membuatku merasa asing. Jika bisa, aku ingin sekali kembali ke
rumah masa “kecilku”.
Tapi, hidup ternyata tentang
pilihan. Dan aku telah memilih. Pelan-pelan, aku mulai bisa menerima apa yang
ada di sekelilingku. Hidup harus dijalani sepenuh hati bukan?
Dan aku menemukannya. Rumah
yang didalamya aku bertemu orang-orang hebat (teman, sahabat) dan aku merasa
nyaman. Ya, bersama dengan orang-orang terbaik dalam hidup membuat kita selalu berada
di rumah. Well, aku bahagia berada di
rumah. Temukan rumahmu yang lain dan berbahagialah!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar