Semakin
kesini, saya semakin segan untuk bertanya kepada orang lain mengenai kehidupan
mereka. Mengurangi rasa kepo. Siapa yang suka bila hal-hal privasi ditanyakan
oleh orang lain, terlebih orang-orang yang sebetulnya tidak terlalu dekat
dengan kita.
Untuk apa
terlalu tahu kehidupan orang lain? Biar lebih bahagia karena merasa kehidupan
kita lebih baik dari mereka, atau yang terburuk, malah bisa jadi memperburuk
suasana hati, kenapa kita tak mendapat apa yang orang lain dapatkan.
Orang yang
dekat cenderung malah tak bertanya jika kita tak menceritakannya, ada batasan
apa yang boleh ditanyakan dan tidak ditanyakan. Jika dirasa perlu, pasti kita
akan bercerita terhadap orang-orang dekat. Cukup ada untuk mereka. Cukup
mendengarkan dan beri saran, tidak menghakimi.
Saya tak
terlalu suka bila orang lain kepo pada kehidupan saya, sehingga saya pun tak
kepo pada kehidupan mereka. Dan batasan-batasan privasi tiap orang berbeda-beda.
Toh, apa untungnya jika kita tahu tentang kehidupan privasi orang lain.
Saya pikir,
hal ini akan membahagiakan. Berhenti bertanya, berhenti terlalu melihat
kehidupan orang lain.
Dalam drama
yang pernah saya tonton berjudul “Wise Prison Life”, ada satu dialog yang membekas
dalam ingatan saya. Begini kira-kira,
Jadi apa arti sebuah kebahagiaan?
Kebahagiaan sebenarnya sederhana, jika kita
tak melihat pandangan orang lain.
Tidak terlalu
berhubungan sih, tapi saya suka aja.
Nikmati
hidupmu, lakukan hal-hal positif yang kau sukai, ,menjadi manusia yang lebih
baik setiap harinya. Hidup cuma sekali, buat apa dihabiskan untuk mengurusi
kehidupan orang lain ketika banyak sekali hal dalam hidupmu sendiri yang perlu kau
nikmati dan syukuri.