Menjadi semakin dewasa, yeah, I am
an adult now, ternyata membuat saya semakin banyak berpikir tentang diri
saya. Sudah pernah kubilang kan kalau saya suka berpikir, actually, there are so much thing that’s just come to my mind, tapi
pemikiran itu menjalar, dari satu hal ke hal yang lainnya. Saya pernah berpikir
bahwa setiap orang sebenarnya memiliki sisi egois, entah dia terendap menjadi
sifat yang berada di lapisan paling bawah, di bagian tengah, atau bagian atas
sehingga sangat terlihat. Mungkin, sifat-sifat dalam diri manusia tumpang
tindih
Apa kalian pernah berpikir, ketika sesuatu yang—yaahh katakan saja tidak
terlalu baik, its okay, sepanjang itu bukan saya. Ya, tak apa-apa hal itu
terjadi, sepanjang hal itu tidak terjadi pada saya. Egois? Tak punya hati?
Kejam memang kedengarannya? Tapi, sialnya hal ini sering menghampiri saya
akhir-akhir ini.
Terkadang, pada saat menonton drama, seorang pemeran utama yang memiliki
sifat penolong dan sifat-sifat terpuji lainnya, dan melihat orang lain
kesusahan, mereka berkata pada diri-sendiri “itu bukan urusan saya, saya tak
harus menolongnya.” Lalu, beberapa saat kemudian, dia pasti akan menghentikan
apapun yang dia lakukan untuk menolong. Pada saat itu, apa yang sebenarnya
mereka lakukan?
Berbuat baik pada diri sendiri. Saya pikir itu jawabannya. Dari
pertolongannya itu, menolong orang lain bukanlah hal pertama yang dia lakukan.
Tapi dia sedang berbuat baik pada dirinya sendiri. Membuat hatinya yang resah
melihat orang lain kesusahan menjadi tenang. Membuat penyesalan yang mungkin
akan dia rasakan nantinya karena dia tidak menolong orang tersebut menjadi tak
ada. Kau pernah merasa gelisah atas suatu hal karena tak menolong saat melihat
orang lain kesusahan?
Sama seperti pemikiran saya bahwa setiap orang memiliki sifat egois,
saya meyakini bahwa pada dasarnya setiap orang adalah orang yang baik. Ketika
kau meyakini bahwa kau adalah orang yang baik, jangan pernah mengecewakan
dirimu dengan hal-hal yang tidak baik. Nah, soal baik ini, akhir-akhir ini saya
sedang menerapkan pada diri saya, jangan khawatir menjadi terlalu baik. Jadilah
orang baik yang cerdas, baik pada orang tapi jangan mau ditipu. Kebaikan yang
kita lakukan pada orang lain, mungkin kita tak mendapatkannya kembali dari mereka.
Terkadang saya mendengar perkataan, kenapa saya harus baik pada dia,
padahal dia seperti itu pada saya. Ya, saya juga merasakannya. Saya seperti ini
padanya, tapi dia setega ini pada saya. Saya pernah merasa kekecewaan yang
sangat pada seorang teman. Tak pernah ada dalam persangkaan saya bahwa ia akan
berkata seperti itu. Bahwa pada akhirnya ketika hal yang membuatnya susah bukan
berasal dari saya, tak ada ucapan maaf sama sekali. Saya mengingatnya jelas
hingga sekarang. Saya mungkin sudah memaafkannya, tapi saya tak bisa
melupakannya. Hal inilah yang membuat saya belajar, bahwa ketika kita membuat
luka pada orang lain, hal itu sulit sekali untuk dilupakan. Maka sebisa
mungkin, saya akan hati-hati untuk tidak melukai orang lain.
Tak peduli. Ternyata, saya menggunakan sikap tak peduli saya untuk
melindungi diri. Saya tak ingin kecewa olehnya lagi, maka saya memutus sikap
peduli saya padanya. Saya tahu, harusnya saya tak seperti itu. Tapi saya belum
bisa. Ketika saya merasa terlalu tak nyaman dengan seseorang karena apa yang
dia lakukan pada saya, saya hanya akan mengangganya orang asing. Benar, rasa
kecewa yag sangat tidak datang dari orang asing, tapi orang yang kita anggap
dekat. Jika dia adalah orang lain, saya tak akan merasa terganggu dengan
sikapnya. Itulah yang saya lakukan. Untuk yang satu ini, saya masih belum
mendapatkan solusi lain untuk diri saya.
Mungkin hidup memang tentang belajar. Tak peduli berapapun usia, saya
masih harus banyak belajar. Belajar menimbulkan sifat-sifat baik dan membuatnya
superior, menenggelamkan sifat-sifat buruk agar ia tak timbul. Tak usah pedulikan
apakah seseorang akan membalas hal-hal baik yang kau lakukan pada mereka,
sepanjang hal itu tidak menyakiti hati sendiri, maka lakukanlah. Its okay, sepanjang itu bukan saya? No. Tidak
seperti itu. Its okay, sepanjang saya bisa membantu dan saya merasa nyaman
melakukannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar