Kamis, 28 November 2019

Butir butir syukur


Aku tahu, bahwa setahun terakhir banyak sekali rasa yang singgah. Ada kalanya kamu melonjak girang, termenung sedih, protes yang menggejolak, kesepian sangat dan kamu biasa-biasa saja seolah oleh memang itu yang harus terjadi.
Bukankah ini sudah sangat lama, sejak terakhir kali kita bersua? Ini sudah hampir penghujung tahun dan baru kali ini kamu kembali.
Ah, bukankah manusia memang kadang seperti itu? Mengapa ia dan aku tidak? Pertanyaan itulah yang akan terus menggerogotimu. Mengikis satu per satu butir-butir syukur tentang apa yang diberikan Allah untukmu.
Bahwa kamu masih bisa menikmati rasa di lidahmu.
Bahwa kamu masih bisa menggerakkan tubuhmu.
Bahwa kamu masih dikelilingi orang-orang yang baik.
Bahwa kamu masih bisa menghirup udara.
Bahwa kamu masih bisa tidur nyenyak.
Bahwa kamu masih bisa…..banyak sekali bukan, yang bahkan tidak bisa kamu sebutkan satu per satu.
Kamu tahu itu dan kamu harus menyukurinya. Lihatlah orang lain dalam sudut pandang yang beda, karena tiap orang juga pasti punya perjuangannya masing-masing.
Oh iya, kuingatkan lagi, selamat bertambah umur, semoga kamu menjadi manusia yang lebih baik dan lebih bermanfaat.