Kamis, 01 Desember 2016

Langkah



Sebenarnya kemana saya akan melangkah? Apa tujuan saya? Sering sekali pemikiran itu mampir di kepala, dan sialnya saya belum menemukan jawaban.
Langkah. Apa sih pentingnya langkah? Orang sering bilang bahwa langkah pertama itu penting. Tapi menurut saya ada yang lebih penting, yaitu meneruskan langkah pertama sampai langkah terakhir. Awal dan akhir. Dengan begitu kita bisa melihat hasil. Bagus atau tidaknya, yang penting kita bisa menikmati proses.
Lalu, sampai manakah sebenarnya saya melangkah? Dalam mimpi saya, dimana posisi saya sekarang? Saya pun tak tahu. Sejujurnya saya butuh seorang teman, dengan passion yang sama. Tapi kadang saya terlalu malu, saya bukan apa-apa dibanding mereka. Mereka yang konsisten berkarya, mengejar mimpi, berusaha. Dan yang mampir dalam kepala saya hanya andai saya tak sejauh ini, bisakah saya lebih dekat dengan rumah? Pemikiran yang sangat saya hindari. Ternyata saya sering cemburu pada orang-orang yang bisa melakukan sesuatu yang diinginkan, yang dengan satu tas ransel saja bisa menjejak ke semua tempat. Mungkin sebenarnya saya juga bisa seperti mereka. Mungkin saya hanya butuh tak banyak berpikir. Ah, saya rasa, saya butuh patner untuk mengikuti ide gila saya yang sering mencuat, patner yang akan mengingatkan jika saya mulai banyak berpikir.
Sebenarnya saya sudah banyak melangkah jika hanya masalah jarak. Bahkan, kadang terbersit dalam kepala saya, apakah sebenarnya saya sudah melangkah terlalu jauh? Saya lahir dan tumbuh di Purworejo, sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Masa kecil saya habiskan dengan banyak bermain. Permainan yang sekarang jarang saya temui, terebut oleh teknologi yang kian melejit. Bermain masak-masakan dengan tempurung kelapa dan alat masak mainan seadanya, petak umpet, engklek, kasti, memberi kejutan saat ada yang ulang tahun, bermain hujan. Pagi berantem dengan teman tak menjadi masalah karena sorenya masalah pagi sudah lenyap, seperti tak ada apa-apa. Ini yang paling saya rindukan. Karena ternyata menjadi “dewasa” saat ada perasaan dongkol susah sekali lenyap. Bikin lelah hati. Beranjak semakin besar, langkah yang saya jangkau lebih jauh. Jika saat SD masih berada di satu desa, SMP di lain kecamatan, SMA di ibu kota kabupaten (yang jaraknya lumayan dari rumah) dan melanjutkan kuliah di Jakarta. Bahkan sekarang saya bekerja di Kalimantan. Tapi ternyata saya belum berhenti, saya berharap bisa melanjutkan study saya nanti di luar negeri. Menjejak benua biru, atau negeri sakura. Jika bukan saya, mungkin saya bisa menemani patner saya.
Kenapa tulisan ini merambah kemana-mana? Memang saya sedang galau. Galau karena terlalu lama terkena kebosanan. Dan ini masalah saya, saya benci sekali bosan tapi sering kali saya malas mengusahakan sesuatu. Jika ditanya, sampai di mana langkah saya? Mungkin jawaban saya.

“Saya di sini, sedang beristirahat.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar