Kamis, 28 November 2013

rintik hujan

Sore ini, sepulang sesi, belum ganti baju, cuci tangan, aplagi makan langsung nongkrong di dekat jemuran. Langit sudah gelap, terlebih lagi mendung. Dan tiba-tiba ketika saya sedang asyik memandangi langit (entahlah) rintik itu jatuh. Bukan rintik pertama di tahun ini memang. Entah sudah rintik yang keberapa, aku tak menghitung.

Terlintas sebuah pikiran, sejak kapan rintik pertama tak lagi teratur? Sejak kapan rintik pertama tak bisa diduga?

 Bagiku, rintik pertama selalu sejuk. Seperti oase di padang pasir. Pertanda bahwa musim kemarau tutup buku. Rintik yang akan membawa rinti-rintik selanjutnya selama enam bulan ke depan.

Rintik pertama selalu datang hampir di bulan yang sama, bahkan mungkin hari yang sama, dulu. Dan kini, kau bisa tahu bukan, entah rintik pertama yang terlalu centil muncul di buku musim kemarau, atau musim kemarau yang terlalu enggan untuk beranjak. Atau jangan-jangan mereka sudah sepakat untuk jalan bersamaan, beriringan, dan bergandengan. Bisa jadi bukan? siapa tahu...

Maka, sebersit harapan itu muncul, bahwa rintik pertama akan muncul lagi teratur...bahwa rintik pertama dan musim kemarau akan mengupgrade kesepakatan mereka seperti dulu lagi, muncul secara bergantian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar