Hei, Nung, biarlah kali ini aku
memanggilmu dengan nama kecilmu.
Jedalah sebentar jika kau merasa
waktu yang berputar tak memberimu kesempatan beristirahat. Karena sang waktu,
dia memang akan terus berputar. Kesempatan itu, jika orang-orang di sekitarmu
tak memberikannya padamu, kenapa kau bersedih? Bukannya kau tahu kepada siapa
kau harus meminta? Buatlah jeda setiap hari, berbicaralah kepadaNya. Kau tahu
persis yang harus kau lakukan. Buatlah kesempatan itu ada.
Aku tahu, yang paling kau benci
adalah ketika kau mengatakan sesuatu ke orang lain, tapi kau sendiri tak
melakukannya, menuliskannya untuk orang lain tapi kau sendiri tak
menggenapinya. Bukannya itu alasan kau menulis judul blog ini, menulis, menegur
diri-sendiri, karena kau ingin dengan tulisanmu kau lebih bisa menghandle dirimu sendiri. Syukur-syukur
kalau ada orang lain yang membaca dan bisa menjadi lebih baik.
Kau percaya bahwa musuh terbesar
dalam hidup adalah egomu sendiri. Seperti berpuasa yang akhirnya kau mulai
menyadari betul maknanya. Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus,
tapi lebih pada bagaimana kau menahan nafsu yang ada pada dirimu. Hidup memang
tentang mengalahkan diri sendiri. Aku tahu, sesekali kau ingin sekali membalas
orang-orang yang mengganggumu. Tapi, jika melepas emosi hanya akan membuatmu
menyesal kemudian, maka diamlah. Bahkan diam adalah salah satu cara membalas
yang paling menyakitkan. Kumohon, belajarlah menahan emosi.
Hei, aku tahu persis kau mulai merasa
kehilangan orang di sekelilingmu. Kadang, suatu kali kau ingin tinggal di satu
waktu dengan orang-orang terdekatmu. Hei bro, pesta saja ada usainya lho. Hidup
ini, memang bukanlah pesta yang penuh semarak setiap saatnya. Oh iya bro,
kebahagiaanmu itu tanggung jawabmu lho. Maka pilihlah bahagia dengan apa yang
ada di sekelilingmu. Mulailah merasa bahagia atas kebahagiaan orang lain. Aku
tahu persis, dalam hati dasarmu kau selalu merasa bahagia untuk orang lain.
Hei, jedalah sebentar jika kau
merasa mulai lelah. Dalam hidup, kadang kau merasa kehilangan arah dan ingin
menangis. Jedalah sebentar. Dengarkan suaramu, apa sebenarnya yang terlewat.
Dan mulailah berjalan lagi. Buatlah hatimu senang melakukan banyak hal. Hidup
adalah anugerah. Maka, kau harus banyak bersyukur.
Akan ada waktu yang tepat untuk
sesuatu yang istimewa. Kau tahu itu. Jangan pernah lelah untuk berdoa dan
berikhtiar. Semoga, kau tak pernah lelah belajar menjadi manusia, sebaik-baik
manusia.
Dan padamu, dirimu yang berumur dua
belas tahun, terima kasih telah merasa kehilangan, terima kasih karena beberapa
waktu lalu kau bisa mengucapkan selamat tinggal pada ketakutan akan kehilangan.
Tidak apa kau telah menghabiskan waktu yang lama, setidaknya, akhirnya kau mulai
tahu bagaimana cara untuk mencintai. Dan, teruslah belajar mencintaiNya.
Selamat mengulang tahun, semoga
umurmu semakin berkah. Semoga tak ada kebosanan yang menggerogotimu lagi. Ya Allah, tolong atur hidupnya. Rabbi laa
tadzarni fardan. Ya Allah, jangan biarkan
aku sendiri.
Gunung Mas,
12 September 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar