Selasa, 01 Mei 2018

Semesta Mendukung


Bocah itu berjalan. Kemudian berlari. Di sekitarnya, banyak sekali yang bilang bahwa dia tak akan pernah mencapai tujuannya. Itu terlalu jauh. Tapi tekadnya sudah bolat. Kenapa harus peduli dengan perkataan orang. Dia hanya butuh berjuang dan berdoa. Begitu juga ibunya yang selalu mendukungnya. Sisanya, semesta akan mendukungmu.
Dan kau tahu, pada akhirnya bocah itu bisa mencapai tujuannya. Dia sudah sampai di titik di mana orang-orang tak percaya bahwa ia mampu. Tapi, nyatanya, yeah, dia berhasil. Kau hanya butuh tekad, doa, usaha, komitmen ,dan percaya diri, sisanya biarkan semesta yang bekerja.
Mungkin banyak orang yang tak percaya dengan cerita tersebut. Siapa mereka? Orang-orang yang tak pernah berani mencoba untuk menggapai mimpinya.
Beberapa waktu yang lalu, salah seorang teman bercerita pada saya, bahwa kita tak perlu membuat “exception” atau pengecualian, bisa juga batasan bagi diri sendiri. Misal: ah, saya nggak mau ikut kelas itu (kelas yang memakai bahasa inggris), saya tidak bisa bahasa inggris. Ah, saya nggak mau ikut aktivitas itu, saya kan nggak bisa ini.
Hei, rendah hati boleh, tapi rendah diri jangan.
Jika ingin berkembang, cobalah untuk menantang dirimu sendiri. Orang yang nggak bisa bahasa inggris tapi nekad ikut kelas bahasa inggris, dia akan berusaha keras untuk belajar bahasa inggris sehingga dia bisa mengikuti materi di kelas. Dan ternyata dia bisa.
Benar, masih banyak yang tidak percaya bahwa ketika kau berusaha, berdoa, untuk mecapai sesuatu, semesta akan mendukungmu. Mereka, orang-orang yang rendah diri, yang tidak terbiasa memiliki impian, dan yaaahhh,  mereka hanya akan berhenti di tempat mereka berpijak.
Di balik orang sukses itu ada kerja keras. Benar sekali. Mungkin yang kita lihat hanya kesuksesannya saja, tapi sebenarnya ada proses panjang, yang mungkin dia jatuh berkali kali dan bangkit berkali kali, yang tidak pernah kita lihat. Pada akhirnya, hasil tidak akan mengkhianati usaha.
Mungkin saat ini, kita sering tidak diuntungkan dengan lingkungan kita berada, tak pernah ada kesempatan bagi kita untuk mempelajari hal baru atau berkembang. Jika demikian, ciptakanlah kesempatan itu sendiri. Berani belajar di luar lingkungan dengan memanfaatkan waktu yang ada. Tak perlu menunggu kesempatan dari orang lain yang kau sendiri yang kau tak tahu kapan datangnya.
Misal: kita ingin buka usaha membuat kebab. Kalau kita memang punya uang sangat banyak, ada kesempatan besar untuk langsung merekrut orang yang ahli membuat kebab. Tapi kalau kita memang tak punya banyak modal, cobalah sendiri untuk membuat kebab. Belajar dari mencoba rasa kebab-kebab yang dijual di sekitar tempat tinggal, atau dari sosial media. Ciptakan sendiri kebab yang punya khas dan tidak dimiliki penjual lainnya. Jika sudah bisa, bukalah toko dan mulai ajarkan pada bawahan (jika punya) bagaimana cara membuatnya.
Pada akhirnya, semua tergantung atas usahamu dan ridho Allah. Ciptakan mimpimu, berdoalah, berusahalah, dan biarkan semesta bekerja untukmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar