Bocah
itu berjalan. Kemudian berlari. Di sekitarnya, banyak sekali yang bilang bahwa
dia tak akan pernah mencapai tujuannya. Itu terlalu jauh. Tapi tekadnya sudah
bolat. Kenapa harus peduli dengan perkataan orang. Dia hanya butuh berjuang dan
berdoa. Begitu juga ibunya yang selalu mendukungnya. Sisanya, semesta akan
mendukungmu.
Dan
kau tahu, pada akhirnya bocah itu bisa mencapai tujuannya. Dia sudah sampai di
titik di mana orang-orang tak percaya bahwa ia mampu. Tapi, nyatanya, yeah, dia
berhasil. Kau hanya butuh tekad, doa, usaha, komitmen ,dan percaya diri,
sisanya biarkan semesta yang bekerja.
Mungkin
banyak orang yang tak percaya dengan cerita tersebut. Siapa mereka? Orang-orang
yang tak pernah berani mencoba untuk menggapai mimpinya.
Beberapa
waktu yang lalu, salah seorang teman bercerita pada saya, bahwa kita tak perlu
membuat “exception” atau pengecualian, bisa juga batasan bagi diri sendiri.
Misal: ah, saya nggak mau ikut kelas itu (kelas yang memakai bahasa inggris),
saya tidak bisa bahasa inggris. Ah, saya nggak mau ikut aktivitas itu, saya kan
nggak bisa ini.
Hei,
rendah hati boleh, tapi rendah diri jangan.
Jika
ingin berkembang, cobalah untuk menantang dirimu sendiri. Orang yang nggak bisa
bahasa inggris tapi nekad ikut kelas bahasa inggris, dia akan berusaha keras
untuk belajar bahasa inggris sehingga dia bisa mengikuti materi di kelas. Dan
ternyata dia bisa.
Benar,
masih banyak yang tidak percaya bahwa ketika kau berusaha, berdoa, untuk
mecapai sesuatu, semesta akan mendukungmu. Mereka, orang-orang yang rendah
diri, yang tidak terbiasa memiliki impian, dan yaaahhh, mereka hanya akan berhenti di tempat mereka
berpijak.
Di
balik orang sukses itu ada kerja keras. Benar sekali. Mungkin yang kita lihat
hanya kesuksesannya saja, tapi sebenarnya ada proses panjang, yang mungkin dia
jatuh berkali kali dan bangkit berkali kali, yang tidak pernah kita lihat. Pada
akhirnya, hasil tidak akan mengkhianati usaha.
Mungkin
saat ini, kita sering tidak diuntungkan dengan lingkungan kita berada, tak
pernah ada kesempatan bagi kita untuk mempelajari hal baru atau berkembang.
Jika demikian, ciptakanlah kesempatan itu sendiri. Berani belajar di luar
lingkungan dengan memanfaatkan waktu yang ada. Tak perlu menunggu kesempatan
dari orang lain yang kau sendiri yang kau tak tahu kapan datangnya.
Misal:
kita ingin buka usaha membuat kebab. Kalau kita memang punya uang sangat
banyak, ada kesempatan besar untuk langsung merekrut orang yang ahli membuat
kebab. Tapi kalau kita memang tak punya banyak modal, cobalah sendiri untuk
membuat kebab. Belajar dari mencoba rasa kebab-kebab yang dijual di sekitar
tempat tinggal, atau dari sosial media. Ciptakan sendiri kebab yang punya khas
dan tidak dimiliki penjual lainnya. Jika sudah bisa, bukalah toko dan mulai
ajarkan pada bawahan (jika punya) bagaimana cara membuatnya.
Pada
akhirnya, semua tergantung atas usahamu dan ridho Allah. Ciptakan mimpimu,
berdoalah, berusahalah, dan biarkan semesta bekerja untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar