Rabu, 03 Oktober 2018

Sebuah kebaikan


Apakah balasan kebaikan selain kebaikan?
Ingat betul bagaimana nasehat mamak ketika saya bilang bahwa saya akan pindah ke tempat yang baru. Baiklah pada orang, nanti orang baik juga akan menghampirimu. Sekalipun ada orang yang tak cukup baik menurutmu, tetaplah baik padanya.
Pesan yang terakhir adalah yang sulit. Itu menurut saya. Susah sekali untuk baik terhadap orang yang menurut saya menjengkelkan.
Tapi jika kau sudah baik, yakinlah bahwa orang-orang baik akan menghampirimu. Karena, apalagi yang akan membalas sebuah kebaikan kecuali kebaikan.
Suatu kali, saat saya sedang PKL pada masa kuliah dulu, ketika lelah hingga saat berkeliling kampung, ada seorang ibu yang terus membohongi saya bahwa anaknya tidak lagi tinggal di rumah, saya butuh untuk bertemu dengan anaknya dan menanyai beberapa hal terkait penelitian yang menjadi tugas saat PKL.
Si tetangga ibu, rumahnya berdempatan, masih terhitung saudara, baik sekali sama saya. Dia menawari saya istirahat ketika saya bolak balik ke sana dan masih belum bisa menemui anak si ibu yang berbohong pada saya. Ibu ini sebenarnya berbohong karena takut bahwa saya adalah seorang penagih hutang, mengingat anaknya yang sering berhutang.
Lepas dari itu, si tetangga ibu itu pernah bercerita pada saya “Saya hanya ingin memudahkan adek, mengingat mungkin anak saya yang sedang kuliah juga mungkin suatu kali akan seperti adek, semoga orang-orang juga memudahkannya.”
Mungkin Mamak juga akan berlaku demikian. Juga mamak-mamak diluar sana. Karena seorang ibu tak bisa mendampingi anaknya seumur hidup, itulah salah satu cara bagaimana mereka mendatangkan orang-orang baik pada hidup anaknya secara ta langsung.
Jadi apalagi balasan sebuah kebaikan kecuali kebaikan. Entah kebaikan mana yang Mamak lakukan, yang saudara saya lakukan, yang teman-teman saya lakukan, hingga banyak orang yang menolong saya ketika saya sedang butuh bantuan. Orang-orang baik yang datang pada saya, hal-hal baik yang terjadi pada hidup saya, entah berasal dari kebaikan mana, karena tak mungkin semuanya berasal dari saya.
Jadi, berbuat baik sajalah.


1 komentar:

  1. Mamaaak... aku rindu pelukanmu. Meski kutau doa-doamu selalu memelukku, aku tetap rindu pelukanmu

    BalasHapus