Minggu, 31 Juli 2016

Lili Mencuri Hujan (3)

Hujan ini milik siapa katamu?

Aku tak bisa menjawab. Karena ia bisa milik siapa saja. Pun ketika kau bertanya tentang hujan yang turun di sudut mataku. Apakah kau berharap itu milikmu?

Tidak. Tidak. Tidak. Hujan itu bukan milik siapapun. Hujan itu tetap milikku. Karena aku telah membiarkan bagian diriku terluka. Aku telah mengecewakan diriku sendiri karena berharap padamu. Bahkan ketika aku tahu harapan itu harusnya kutujukan pada siapa.
Aku suka hujan. Tapi aku benci hujan yang ada pada mataku. Dan sore ini, hujan-hujan itu turun bersamaan. Aku lega sekaligus lelah. Lega karena hujan itu menghiburku. Dan lelah karena hujan itu datang padaku.

Ada pelangi. Bukan mejikuhibiniu. Hanya merah, kuning, hijau. Dia datang setelah hujan. Aku suka. Tapi aku juga benci karena ia tak selalu datang setelah hujan turun.

Cepatlah datang. Mari menari di bawah hujan bersama. Jangan jadi hujan. Jangan jadi pelangi. Jadilah orang yang ada di sampingku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar