Semoga
semakin menanjak padaNya.
Entah siapa
yang menggaungkan pertama kali bahwa hidup adalah perjalanan. Benar memang.
Banyak hal yang kita temukan dari perjalanan-perjalanan yang dilewati. Hanya,
sejauh mana seseorang mampu memahami perjalanannya berbeda-beda.
Tuhan, rasa,
sikap, ilmu, dan banyak hal lainnya akan bertambah maknanya dengan sebuah
perjalanan. Saya ingat betul ketika mengikuti kegiatan 1000GuruKalteng, salah
satu penyelenggaranya berkata,
“Semoga
saat pulang nanti kau bisa membawa sesuatu.”
Sesuatu tak
harus melulu soal harta, jabatan, atau hal-hal yang terlihat. Lebih dari itu,
yang paling tinggi adalah rasa. Bagaimana sebuah pengalaman menjadikanmu
manusia yang lebih baik dengan sikap dan rasa.
Jadi, sudah
sejauh mana tahap hidupmu?
Saya tak bertanya
tentang sejauh mana jabatan yang kau raih, sejauh mana titel pendidikan yang
berderet di belakang namamu, tapi sejauh mana kau bisa memaknai hidupmu. Sejauh
mana kau bisa bersikap sebagai manusia. Merantau jauh, belajar di luar negeri,
mengejar karier, tak ada yang salah dengan itu semua. Tapi semoga saja,
semuanya memberimu sesuatu.
Tak ada yang
abadi di dunia ini. Begitu juga kesenangan maupun kesedihan. Tak apa kau
tertawa lepas, tak apa pula kau menangis sesekali. Jika kau bersedih pastikan
setelahnya kau akan menjadi lebih bahagia. Caranya dengan bersyukur.
Jadi, sejauh
mana tahap hidupmu?
Jangan pernah
lelah untuk mendekat padaNya. Bersemangatlah untuk selalu memperbaiki rasa dan
sikap yang ada dalam dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar