Jumat, 03 Agustus 2018

Sudah sampai mana tahap hidupmu?


Semoga semakin menanjak padaNya.
Entah siapa yang menggaungkan pertama kali bahwa hidup adalah perjalanan. Benar memang. Banyak hal yang kita temukan dari perjalanan-perjalanan yang dilewati. Hanya, sejauh mana seseorang mampu memahami perjalanannya berbeda-beda.

Tuhan, rasa, sikap, ilmu, dan banyak hal lainnya akan bertambah maknanya dengan sebuah perjalanan. Saya ingat betul ketika mengikuti kegiatan 1000GuruKalteng, salah satu penyelenggaranya berkata,

 Semoga saat pulang nanti kau bisa membawa sesuatu.”

Sesuatu tak harus melulu soal harta, jabatan, atau hal-hal yang terlihat. Lebih dari itu, yang paling tinggi adalah rasa. Bagaimana sebuah pengalaman menjadikanmu manusia yang lebih baik dengan sikap dan rasa.

Jadi, sudah sejauh mana tahap hidupmu?
Saya tak bertanya tentang sejauh mana jabatan yang kau raih, sejauh mana titel pendidikan yang berderet di belakang namamu, tapi sejauh mana kau bisa memaknai hidupmu. Sejauh mana kau bisa bersikap sebagai manusia. Merantau jauh, belajar di luar negeri, mengejar karier, tak ada yang salah dengan itu semua. Tapi semoga saja, semuanya memberimu sesuatu.

Tak ada yang abadi di dunia ini. Begitu juga kesenangan maupun kesedihan. Tak apa kau tertawa lepas, tak apa pula kau menangis sesekali. Jika kau bersedih pastikan setelahnya kau akan menjadi lebih bahagia. Caranya dengan bersyukur.

Jadi, sejauh mana tahap hidupmu?

Jangan pernah lelah untuk mendekat padaNya. Bersemangatlah untuk selalu memperbaiki rasa dan sikap yang ada dalam dirimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar