Assalamualaikum,
Hai, kau, yang usiamu bertambah, semoga sisa umurmu menjadi
semakin berkah. Alhamdulillah, bisa bertemu lagi kita. Apa kabar kau?
Aku tahu kau akan tersenyum ketika aku bertanya begitu.
Tapi, sungguh aku bertanya. Bukan sekadar basa-basi yang bisa kau angin
lalukan. Apa kabar?
Eh, sebuah helaan nafas? Ada apa? Ya, setidaknya kau berasa
menjadi lebih baik setiap harinya.
Tahun ini bagaimana? Lebih hebat dari setahun lalu bukan?
Lihat, tahun ini banyak sekali warna perasaanmu. Jika aku
mengurai, warna abumu kian mengeruh.
Tapi ada titik jingga yang menyembul di antaranya. Ya, banyak sekali hal
yang terjadi setahun lalu. Dari mulai wisuda—selamat untuk yang satu ini,
magang, dan penempatan.
Beberapa bulan magang, yang mengenalkanmu sedikit tentang
dunia kerja, mengenalkanmu betapa pentingnya kerja sama, dan menambah banyak
teman. Dan yang pasti, kau harus mulai belajar mengatur keuangan.
Alhamdulillah, sudah dapat gaji kan? Ingatlah untuk menyalurkan sebagian rizkimu
kepada orang-orang yang berhak. Membantu seseorang kadang belum tentu memberi,
bisa dengan melakukan sesuatu untuk orang lain. Banyak sekali cara. Merekalah
yang akan menjadi kawanmu kelak.
Waktu terus berjalan, kakimu tak bisa terus menapak di satu
tempat.
Keluar dari zona nyaman memang tak mudah. Ternyata empat
tahun merantau di jakarta tak cukup membuatmu mengerti apa arti sebuah rantau.
Bukankah hidup ini adalah sebuah perantauan, yang kepada-Nya lah kita akan
kembali. Jika kau merasa lelah, berisitirahatlah sebentar. Renungkan
perjalananmu dan melangkahlah lagi. Merantau mengajarkanmu arti pulang dan
bahagianya bertemu dengan orang-orang yang kau cintai bukan? Walaupun kau tak
bisa selalu berada di dekat mereka, tapi kau bisa selalu menjaga mereka di
ujung-ujung doamu. Jangan pernah merasa iri dengan kondisi orang lain. Irilah
pada kebaikan-kebaikan mereka, pada ibadahnya. Ketika orang lain bisa berbuat
baik, beribadah dengan lebih baik, irilah pada mereka. Sehingga kau bisa
mencontoh mereka, bahkan lebih baik.
Ingat perkataan seorang teman bahwa bekerja itu ibadah. Ketika
kau lemah, ingatlah itu. Kuatlah. Hal-hal baik akan datang padamu ketika kau
juga meyakininya. Jagalah keyakinan akan hal-hal baik itu tanpa menepikan
sebuah usaha.
Menjadi diri-sendiri itu penting. Aku sungguh tahu ketika
kau mencoba menjadi orang lain yang sangat tidak “kau”. Kau tidak perlu
menyenangkan orang lain dengan menjadi seperti yang mereka inginkan. Itu
melelahkan bukan? Dan aku sangat tidak menyukainya. Jadilah diri-sendiri.
Berubah tak apa. Asalkan perubahan itu ke arah yang lebih baik. Dan kau
menyadari bahwa perubahan itu memang baik untukmu. Walaupun terkadang, ada
perubahan yang perlu kau paksakan ke dalam dirimu. Yang penting, berubahlah ke
arah yang lebih baik dan sadari bahwa perubahan itu penting. Sesuatu yang
dijalani dengan mengetahui maksdunya akan lebih menyenangkan dan tertanam dalam
dirimu.
Selalu syukuri apa yang ada di sekitarmu. Walaupun kadang
sulit, berusahalah. Ketika dengan satu kacamata kau belum bisa, ambil kacamata-kacamata
lain hingga kau bisa bersyukur. Lihatlah
sekelilingmu dengan kacamata yang berbeda hingga hatimu merasa lega dan
bersyukur betapa besarnya karunia Allah untukmu. Terkadang apa yang kita
inginkan belum tentu apa yang kita butuhkan, tapi Allah selalu tahu apa yang
kita butuhkan.
Hei, bagaimana kabar mimpimu? Kau bilang, kau sedang
mengusahakannya. Jangan pernah lelah. Kau sendiri yang berkata bahwa tak ada
yang akan meraihkan mimpi untukmu kecuali dirimu sendiri, terlebih mendapatkan
sesuatu yang kau inginkan dengan usahamu sendiri sungguh menyenangkan bukan?
Walaupun kadang, hal yang kau inginkan sangat sulit untuk digapai, berusahalah,
ketika kau gagal, coba lagi. Teruslah bermimpi! Karena mimpilah yang akan
membuat orang menjadi lebih hidup. Keep fighting!
Selesaikanlah apa yang telah kau mulai. Apabila kau
melakukan banyak hal tapi tak pernah menyelesaikannya, maka sama saja bohong.
Perihal hasilnya, jika sekali tak baik, cobalah kedua kalinya, tidak baik lagi,
ketiga kalinya, begitu seterusnya. Orang yang berani mencoba masih lebih baik
ketimbang mengangankannya saja dan takut jatuh. Walaupun terjatuh, orang yang
belajar naik sepeda akan tahu bagaimana rasanya naik sepeda. Hingga, karena kegigihannya,
sepeda yang dinaiki akan melaju kencang.
Istikomahlah dalam berusaha menjadi sholehah. Semangat itu
memang naik turun. Manfaatkan waktu sebaik mungkin. Ketika kau sedang marah,
sebal, yang hanya akan membuatmu kacau, salurkanlah emosimu lewat hal-hal yang
baik. Jika kau tak mampu maka berdiamlah. Berdiamlah sampai emosimu mereda.
Berbuat hal yang menyakitkan hanya akan membuatmu menyesal nantinya.
Semoga kau selalu bahagia. Ya, sungguh, semoga kau melakukan
sesuatu bukan hanya untuk membuat orang lain bahagia. Tapi juga membuat dirimu
sendiri bahagia. Semoga banyak hal hebat lain yang terjadi tahun ini.
Semoga kita bisa berjumpa lagi tahun depan.
Wassalamualaikum,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar